Kamis, 28 Mei 2009

Setiap Langkah Adalah Anugerah

Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, bernama Harry.

Harry yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian mengangkat seorang anak kecil agar dapat melihat pemandangan. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.

Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu?" tanya sang profesor.
"Oh," kata Harry, "selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

"Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah, "katanya.
"Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini."

Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.

"Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak." (Aldus Huxley). (icha_dr)

( KotaSantri.com )

Rabu, 13 Mei 2009

Kenapa harus ada rasa kangen sih?!

Kenapa semua rasa itu harus ada,rasa yang bikin orang mati rasa,hanya rasa itu yang bisa terasa
Obatnya apa hayo?! Masa harus ketemu dia,kalo dia jauh dan tak bisa kembali gimana?!wah pertanyaan yang banyak gak tau siapa yang mau jawab...hahaha....
Hanya bisa menyimpan dalam hati,dia yang bersama dirinya kini mungkin juga udah lupa dengan segala hal tentang orang yang telah menyakitinya....
Hanya kata maaf yang selalu pengen terucap jika ketemu dia,tapi ada rasa sebel juga saat ketemu dia,gak ngerti perbedaan rasa antara cinta,benci,sayang,suka,dan mengangumi...yang mana itu?!
Stoooooop.....saatnya bangkit dan lupakan dia........
Masih banyak kok yang lain...wakakakakaka
Fokus ma tujuan pencapaian tahun ini sampai mana ya?bakal up or down?!

Senin, 11 Mei 2009

Dunia ReA Part.2

“Kelas 3A3,ehm….kalau gitu aku pulang dulu ya…bye….”ujar gadis itu kemudian berbalik arah dan melangkahkan kakinya meninggalkan tempat duduknya.
“Bye…”tukas pria itu yang kemudian juga berbalik arah dan melangkahkan kakinya berjalan menuju rumah sakit namun seketika dia membalikkan badannya kembali untuk menanyakan siapa nama gadis itu namun saat di tengok gadis itu sudah hilang tak berjejak.
“Cepat sekali dia pergi”ujar pria itu kemudian meneruskan langkahnya kembali ke rumah sakit.
Waktu menunjukkan pukul 05.00,pria itu mengambil barang-barangnya yang masih tertinggal di rumah sakit.Usai mengambil barang-barangnya pria itu bergegas untuk pulang karena dia sudah lelah berjaga malam di rumah sakit.
Ketika sampai di rumah dia langsung menyapa adik dan kedua orangtuanya yang sedang sarapan pagi.
“Pagi semua”sapa avan(nama pria itu).
“Kamu baru pulang?”tanya ayahnya.
“Iya yah,habis jaga malam”
“Sarapan dulu sini”ajak ibunya.
“Iya bu,avan juga udah laper “ujarnya.
“Oya..sya,kakak semalem ngobrol sama temen kamu lho”tambah avan.
“Temen aku?siapa?”
“Kakak nggak tahu namanya soalnya saat kakak mau tanya namanya dia udah keburu pergi,tapi yang jelas dia satu sekolah sama kamu tapi dia kelas 3A3”
“Kelas 3A3!ciri-cirinya gimana kak?”penasaran geisya siapa yang dimaksud kakaknya.
“Dia tinggi,rambutnya lurus agak panjang,kulitnya putih,matanya agak sipit pokoknya cantiklah,tahu nggak?”ungkap kakanya sambil mengoleskan selai di rotinya.
“Tinggi,rambut lurus,agak panjang,kulit putih,mata agak sipit,cantik..apa mungkin rea!”ujarnya sambil berfikir.
“Tapi nggak mungkin kalau itu dia”tukas geisya bingung.
“Kok nggak mungkin?”
“Ya,nggak mungkinlah kak,rea itukan kemarin baru aja kecelakaan dan dia udah meninggal,orangtuanya belum tahu soal itu karena mereka baru keluar kota dan kata pembantu rumahnya mereka belum bisa dihubungi makanya jenazah rea masih disimpan di rumah sakit tempat kakak kerja”
“Apa!”kaget avan kemudian meletakkan roti yang baru ia buat dan langsung bergegas berdiri dan mengambil jaketnya dikamar.
“Van,kamu mau kemana?”tanya ayahnya.
“Avan pergi dulu yah,bu”jawab avan tergesa-gesa dan lengsung menghidupkan motornya kemudian pergi ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit avan langsung menuju kamar mayat.
“Van,ngapain kamu balik lagi?”tanya temannya.
“aku ada urusan bentar”jawab avan keburu-buru menuju kamar mayat.
Ketika sampai di kamar mayat ternyata sedang banyak orang disana.
“Bang,ada apa ini?”tanya avan pada salah seorang temannya yang sedang bertugas pagi itu.

“Eh..kamu van,mereka salah seorang keluarga dari jenazah korban kecelakaan kemarin dan mereka ingin segera memakamkan anaknya”
“Siapa nama jenazah itu bang?”
“Kalau nggak salah namanya tea apa rea gitu”
“Rea!”kaget avan kemudian masuk kamar mayat dan melihat mayat tersebut dan ternyata benar kalau gadis yang ia temui dan ngobrol bersamanya semalam adalah rea,korban kecelakaan yang sudah meninggal.
“Jadi semalam gue ngobrol sama hantu”ujarnya dalam hati.
Saat avan keluar dari kamar mayat,avan melihat keluarga rea yang sangat sedih dengan kepergian anak angkatnya itu,sampai-sampai mama angkat rea jatuh pingsan karena tak kuat melihat keadaan rea yang sudah terbujur kaku tanpa nafas.Siang itu juga jenazah rea di makamkan dan avan datang dalam pemakaman itu,ketika semuanya sudah selesai namun orangtua rea dan kakaknya masih tetap berada di makam rea dan mamanya selalu memeluk nisan rea dan menangisi kepergian rea.Avan melihat semua itu dari kejauhan dan dalam hatinya dia mengirimkan pesan untuk rea “Re..sekarang kamu bisa lihat,kalau orangtua angkat kamu sangat sayang sama kamu,kamu dengarkan aku bicara?,aku nggak pernah nyangka kalau aku bisa bertemu dengan sesosok gadis yang sudah tak bernyawa namun dia seperti bernyawa dan ada,aku harap kamu akan selalu ada buat keluarga kamu,karena mereka sangat sayang sama kamu,jika menyadari semua itu dari awal mungkin hal ini tidak perlu terjadi.Tapi aku yakin sekarang kamu sudah tenang di alam sana”ujar avan dalam hatinya dan seketika ia melihat sosok rea yang tersenyum padanya dan sekejap menghilang.
Itulah kehidupan,sesuatu itu pasti akan kembali ke tempat dimana dia berasal,karena disanalah dia akan abadi.

---E N D--

Minggu, 10 Mei 2009

Dunia ReA Part.1

jam dinding menunjukkan pukul 23.59 wib,satu menit sebelum pergantian hari.Di sebuah Lorong Rumah sakit terdengar sayup-sayup suara isak tangis.Dari kejauhan terlihat sesosok bayangan bertubuh tinggi,tegap dan berjalan mendekati suara itu di sebuah ruangan yang sunyi.Tiba-tba jantung berdetak kencang,denyut nadi mulai tak beraturan dan bulu kuduk mulai berdiri.Langkahnya terhenti ketika melihat seorang gadis dengan pakaian seragam putih abu-abu duduk menangis.

“Kamu kenapa?”tanyanya pada gadis itu.

Gadis itu tak menjawab dan terus menangis.

“Keluarga kamu ada yang meninggal?”tanyanya kembali.

Gadis itu hanya menggelengkan kepala dan tetap menutupi wajahnya sambil menangis.

“Lalu kenapa malam-malam gini kamu belum pulang,nanti orang tua kamu panik nyariin kamu?Lagian apa kamu nggak takut malam-malam gini nangis di depan kamar mayat?”

Sekali lagi gadis itu tak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya.

“Apa aku bisa bantu kamu?”tanyanya sekali lagi.

Gadis itu tetap diam dan terus menangis.

“Kalau nggak ada yang perlu aku bantu,aku pergi ya,hati-hati”ujarnya kemudian pergi dan melangkahkan kakinya menjauh dari gadis itu.Seketika gadis itu bangun dan bersuara “Tunggu”ucap gadis itu.

“Kenapa?kamu berubah pikiran?”tanya pria itu yang seketika berhenti melangkahkan kakinya.

“Kamu mau temenin aku semalam aja”pinta gadis itu.

“Boleh,kamu mau aku temenin kemana?”tanya pria itu.

“Aku ingin jalan-jalan ke luar”

“Malam-malam gini kamu pengen jalan-jalan!”

“Memangnya kenapa?”tanya gadis itu.

“Ya,nggak apa-apa juga sih,Cuma aneh aja,gadis sekolahan kayak kamu,malam-malam gini masih keluyuran”

“So…!”

“OK,aku akan temenin kamu tapi ada syaratnya”

“Apa?”

“Kamu nggak boleh nangis lagi,gimana?”

“Baiklah”ujar gadis itu menyetujuinya.

Akhirnya mereka berdua bejalan bersama keluar rumah sakit menuju danau dekat rumah sakit dan bercengkrama di sebuah gubuk tua yang tak berpenghuni.

“Apa orangtua kamu nggak khawatir,larut malam gini kamu belum pulang?”tanya pria itu.

“Percuma aja”sahut gadis itu.

“Kok gitu?”tukas pria itu.

“Mereka lebih sayang kakak aku daripada aku”

“Mungkin itu perasaan kamu aja,mana mungkin ada orangtua yang nggak sayang pada anaknya”

“Tapi itu kenyataan”

“Ehm…Dulu aku juga berfikir seperti kamu,aku merasa orangtua aku lebih sayang adik aku,tapi akhirnya aku mengerti kalau aku ini bukan anak kecil lagi yang harus dimanja sama orangtuanya,mungkin kita berfikir mereka tidak sayang pada kita tapi sebenarnya jauh dari lubuk hati mereka,mereka tetap sayang pada kita hanya kita tidak tahu bagaimana cara mereka menyayangi kita”

“Tapi masalah kita beda,kamu memang anak kandung orangtua kamu sedangkan aku hanya anak angkat yang mereka ambil dari panti,dulu mereka baik sama aku saat anak mereka berada jauh dari mereka tapi sekarang saat anak mereka kembali aku hanya sesuatu yang mungkin nggak berarti sama sekali buat mereka”

“Seharusnya kamu bisa mengerti kalau orangtua kamu itu pasti ingin melepas kerinduan pada kakak kamu”

“kamu bukan aku,kamu nggak ngerti bagaimana cara mereka memperlakukan aku waktu dulu dan sekarang,90 derajat berubah drastis”

“Yaa..aku emang bukan kamu,tapi coba,sekarang aku tanya,memang kapan kakak kamu pulang?”

“Kemarin”

“Lha..baru kemarin kan,itu wajar aja kan kalau orangtua kamu kangen sama kakak kamu”

“Tapi…”

“Udah deh..lebih baik kamu pulang dan kamu minta maaf sama orangtua kamu,aku yakin sekarang mereka pasti khawatir dengan sikap kamu ini dan aku jamin mereka akan tetap sayang sama kamu,lagipula buat apa mereka mengangkat kamu jadi anak mereka tapi mereka nggak sayang sama kamu,bener nggak?”

“Kamu tuh filosofis banget,sok tahu”

“Biarin sok tahu dari pada nggak tahu sama sekali”gurau pria itu dan gadis itu menanggapinya dengan senyuman “Nah..gitu dong,kalau senyumkan lebih manis daripada nangis”tambah pria itu.

“Makasih ya,sekarang aku udah sedikit tenang sama perasaan aku dan aku bisa pergi dengan tenang”

“Pergi!kemana?kamu mau pulang sekarang?”

“Ehm…iya,kayaknya aku harus pulang,sekarang udah pagi ayam jago udah berkokok dan kamu juga harus balik kerja kan?”

“Kayak hantu aja,takut ayam jago udah berkokok,Ya udah deh kalau gitu kapan-kapan kita ngobrol lagi”

“Iya,sekali lagi makasih banget ya”

“Sama-sama,ehm…by the way..kamu sekolah di SMU 45 ?”

“kok tahu”

“Aku liat bed kamu itu”

“Ooo…iya,emang kenapa?”

“Berarti kamu satu sekolah sama adik aku,namanya geisya dia kelas 3S2 kamu kelas berapa?”

“Mungkin itu perasaan kamu aja,mana mungkin ada orangtua yang nggak sayang pada anaknya”

“Tapi itu kenyataan”

“Ehm…Dulu aku juga berfikir seperti kamu,aku merasa orangtua aku lebih sayang adik aku,tapi akhirnya aku mengerti kalau aku ini bukan anak kecil lagi yang harus dimanja sama orangtuanya,mungkin kita berfikir mereka tidak sayang pada kita tapi sebenarnya jauh dari lubuk hati mereka,mereka tetap sayang pada kita hanya kita tidak tahu bagaimana cara mereka menyayangi kita”

“Tapi masalah kita beda,kamu memang anak kandung orangtua kamu sedangkan aku hanya anak angkat yang mereka ambil dari panti,dulu mereka baik sama aku saat anak mereka berada jauh dari mereka tapi sekarang saat anak mereka kembali aku hanya sesuatu yang mungkin nggak berarti sama sekali buat mereka”

“Seharusnya kamu bisa mengerti kalau orangtua kamu itu pasti ingin melepas kerinduan pada kakak kamu”

“kamu bukan aku,kamu nggak ngerti bagaimana cara mereka memperlakukan aku waktu dulu dan sekarang,90 derajat berubah drastis”

“Yaa..aku emang bukan kamu,tapi coba,sekarang aku tanya,memang kapan kakak kamu pulang?”

“Kemarin”

“Lha..baru kemarin kan,itu wajar aja kan kalau orangtua kamu kangen sama kakak kamu”

“Tapi…”

“Udah deh..lebih baik kamu pulang dan kamu minta maaf sama orangtua kamu,aku yakin sekarang mereka pasti khawatir dengan sikap kamu ini dan aku jamin mereka akan tetap sayang sama kamu,lagipula buat apa mereka mengangkat kamu jadi anak mereka tapi mereka nggak sayang sama kamu,bener nggak?”

“Kamu tuh filosofis banget,sok tahu”

“Biarin sok tahu dari pada nggak tahu sama sekali”gurau pria itu dan gadis itu menanggapinya dengan senyuman “Nah..gitu dong,kalau senyumkan lebih manis daripada nangis”tambah pria itu.

“Makasih ya,sekarang aku udah sedikit tenang sama perasaan aku dan aku bisa pergi dengan tenang”

“Pergi!kemana?kamu mau pulang sekarang?”

“Ehm…iya,kayaknya aku harus pulang,sekarang udah pagi ayam jago udah berkokok dan kamu juga harus balik kerja kan?”

“Kayak hantu aja,takut ayam jago udah berkokok,Ya udah deh kalau gitu kapan-kapan kita ngobrol lagi”

“Iya,sekali lagi makasih banget ya”

“Sama-sama,ehm…by the way..kamu sekolah di SMU 45 ?”

“kok tahu”

“Aku liat bed kamu itu”

“Ooo…iya,emang kenapa?”

“Berarti kamu satu sekolah sama adik aku,namanya geisya dia kelas 3S2 kamu kelas berapa?”

(...........bersambung)