Rabu, 16 September 2009

DI BATAS ASA part 1

Setiap orang memiliki impian tak terbatas siapapun dia,Resti seorang cewek yang hidup dibelantaran kota jogja yang kini makin padat.Dia memiliki impian suatu hari ingin melanjutkan sekolah setinggi-tingginya dan membahagiakan teman-temannya yang hidup seperti dia.Sejak putus sekolah 2 tahun lalu dia bekerja sebagai pengamen untuk menghidupi dirinya sendiri,Orangtuanya meninggal sejak dia umur 5 tahun dan dia hidup bersama neneknya,namun 1 tahun lalu neneknya meninggal.Kini dia hidup sebatang kara,tetapi teman-teman baiknya masih ada mendampinginya di saat dia sedih meski tak banyak yang dapat mereka lakukan untuk membantu resti.
Malam ini resti dan kedua orang temanya kintan dan adif mengamen di tempat biasa mereka mengamen.Meski tak banyak uang yang mereka dapatkan namun mereka senang masih bisa makan untuk menyambung hidupnya.Adif dan kintan memiliki nasib yang sama seperti resti.Mereka sama-sama putus sekolah dan lebih memilih melanjutkan hidupnya dijalanan.Mengamen bukanlah pekerjaan yang memalukan,sesungguhnya bukan hal ini yang diinginkan oleh mereka tapi garis hiduplah yang memilih mereka untuk seperti ini.Namun selama Tuhan masih mendengar dan melihat mereka selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dan mereka memiliki impian untuk suatu hari nanti menjadi lebih baik dari sekarang.Siang itu sepulang mengamen resti duduk di sebuah jembatan untuk menghitung uang yang ia dapatkan hari itu.Sejenak ia terperanjat melihat sesosok cewek yang sedang berdiri diatas jembatan sedang melamun mencoba untuk mengakhiri hidupnya.Tiba-tiba resti menghampiri cewek itu.
“Apa yang kamu lakukan disini?tak selayaknya kamu main di tempat seperti ini”
“Siapa Lo?”Tanya balik dista cewek yang mencoba mengakhiri hidupnya itu dengan sinis.
“Aku memang bukan siapa-siapa,tetapi aku memiliki perasaan sama seperti kamu,atau kamu emang gak punya perasaan?”
“Ngomong apa sih Lo?”
“Bukannya aku sok bijak tetapi aku juga pernah merasakan sakitnya merasakan perasaan yang gak ingin aku rasakan”
“Sok tau Lo”
“Boleh aku tebak?pasti kamu lagi ada masalah”
“Apa urusan lo?”
“Aku emang gak punya urusan apa-apa tetapi aku hanya ingin bilang setiap masalah itu ada jalan keluarnya,jangan pernah kamu menyesal melakukan perbuatan yang akhirnya akan menyakiti banyak orang”
“Siapa yang aku sakiti?justru merekalah yang menyakitiku”
“Tapi belum tentu itu yang mereka harapkan”
“Apa sih yang Lo tau tentang gue,Lo tuh hanya pengamen jalanan,gue nggak kenal Lo,Kenapa Lo ikut campur urusan gue”
“Ya,aku emang pengamen tapi aku juga punya perasaan dan aku juga pernah merasakan kehilangan orang-orang yang aku sayangi,aku tau itu sakit dan rasanya ingin untuk pergi selamanya mengakhiri hidup,tapi aku sadar masih banyak orang yang sayang sama aku,jika aku mengakhiri hidupku sebelum Tuhan memanggilku dan harusnya kamu lebih bersyukur hidupmu lebih baik dari orang-orang yang kurang beruntung seperti aku”ungkap resti kemudian pergi meninggalkan dista.
“Tunggu”panggil dista pada resti tiba-tiba.
“Kenapa?perlu bantuan untuk lompat dari jembatan ini?”Tanya resti.
“Lo…mau kemana?”
“masih banyak hal yang harus kulakukan daripada sekedar menasehati orang yang gak punya perasaan”ujar resti.
“boleh gue ikut?”
“apa?”
“Iya,gue ingin ikut lo,boleh?!”
“ayo”ujar resti mengajak dista pergi.
Setelah itu resti melanjutkan mengamen di jalanan dan dista ikut bersamanya.Sampai sore mereka mengamen bersama dijalanan.Setelah hari makin sore,resti mengajak dista ke sebuah tempat dimana resti sering menghabiskan waktunya ketika dia sedang sedih di tempat itu.
“Res,kenapa kamu bawa aku ketempat ini?”
“Karena Ini tempat paling setia”

(bersambung.....)