Rabu, 16 September 2009

DI BATAS ASA part 2

“Tempat paling setia?maskud kamu?”
“Iya,ini tempat paling setia menemaniku ketika aku sedang sedih,aku selalu kesini,Liat disana indah banget pemandangannya,Disini kamu bisa teriak,bisa nangis,bisa mengungkapakan semua perasaanmu”
“Oh ya?Lalu apa yang kamu dapetin dari tempat ini?”
“Ketenangan”
“Ketenangan?”
“Iya,kamu bisa dapetin di tempat ini ketika malam datang semuanya berubah menjadi sunyi dan ada bintang yang menemani kita mengahabiskan sisa kehidupan yang penuh dengan misteri”
“Kamu bahagia dengan kehidupan Kamu sekarang?”
“Bahagia,aku bahagia banget,aku bahagia masih bisa hidup di dunia yang indah ini,aku bahagia punya teman-teman yang menyayangiku,aku bahagia dengan segala kehidupan yang aku alami”
“kalau gitu aku ingin seperti kamu,bebas,tanpa ada orang yang mengekangku,melarangku dan bisa menentukan ke mana arah hidupku sendiri”
“Kamu itu aneh”
“aneh?”
“Iya aneh”
“aneh kenapa?”
“kamu memiliki kehidupan,yang banyak orang impikan,kamu punya segalanya,kamu cantik,kamu pintar,kamu baik,kamu bisa sekolah sementara kita hanya seorang pengamen jalanan yang mencoba terus bertahan hidup,seharusnya kamu bersyukur hidupmu sangat jauh lebih baik daripada aku.”
“Tapi semua nggak ada artinya dibandingkan sebuah kebahagiaan,aku masih bisa terima ketika orangtuaku memutuskan untuk tinggal di luar kota,tapi aku nggak terima jika mereka bercerai,mereka selalu ingin aku menjadi yang terbaik tapi kenapa ketika aku ingin sesuatu yang terbaik dari mereka,tak satupun dari mereka mengerti keinginanku.Kakakku lebih memilih untuk diam,dan aku nggak tau lagi apa yang harus kulakukan”
“Setidaknya kamu masih memiliki mereka dan bisa berkumpul bersama mereka meski mereka tidak tinggal bersama lagi”
“Tapi aku mau mereka bersama selamanya,melihat anak-anaknya dewasa dan mengantarkan anak-anaknya sampai bisa mandiri.”
“Setiap orang memang memiliki keinginan,tak terkecuali aku ataupun kamu,andai kahidupanku bisa dirubah aku ingin hidup selayaknya anak-anak lain yang bisa sekolah,bisa menikmati hidup bersama orangtuanya,bisa bermain bersama teman-temannya,tapi hal inilah yang harus kujalani,mau tak mau kehidupan ini harus tetap ku jalani sambil menanti sebuah keajaiban,aku yakin Tuhan melihatku dan mendengar doa setiap kata yang kuucapkan dan aku yakin suatu hari nanti hidup ini akan berubah,seharusnya kamu juga yakin bahwa Tuhan sudah menentukan garis hidup umatnya,yakinlah bahwa hal itulah yang terbaik yang harus dijalani keduaorangtuamu,aku yakin Tuhan punya rencana lain untuk kehidupan kita”
“Semoga saja itu benar,karena aku sangat sayang sama mereka,aku nggak mau kehilangan mereka”
“Mereka nggak akan meninggalkanmu selama kamu masih menyayangi mereka,ohya udah malem nih,kamu gak pulang?”
“Aku belum mau pulang,aku ingin ikut kamu,boleh nggak?”
“Serius?”

“Iya memang kenapa?”
“Ya kamu nggak capek apa daritadi ikut aku ngamen?”
“Lha kamu capek nggak?”
“Enggak”
“Kalo gitu aku juga enggak”
“Yaudah deh sekarang kita ketempatku dulu,langsung ngamen lagi sama temen-temenku,ntar aku kenalin”
Sore jelang malam itu resti mengajak dista ke rumahnya dan bertemu adif dan kintan yang sudah menunggu resti dirumahnya.
“Kemana aja sih res?”Tanya kintan.
“maaf,maaf aku tadi ini. . . .”
“Resti nemenin aku”sahut dista.
“Siapa dia res?”Tanya kintan.
“Oya,ini dista dan dis..nih adif dan ini kintan,mereka temen-temenku”
“Res aku mau ngomong sama kamu!”ajak adif.
“Bentar ya dis..”
“Iya”
Adif mengajak resti bicara 4 mata jauh dari dista.
“Ada apa sih dif?”Tanya resti.
“Kamu nggak kenapa-kenapa kan res?”
“Ya enggaklah,emang kenapa?”
“Kamu nggak inget dia?”
“Dia?dista maksud kamu?”
“Iya diakan cewek yang pernah cacimaki kita waktu ngamen di code..”
“Kapan?udahlah dif lupain aja,dista orangnya baik kok lagian dia juga lagi ada masalah jadi lebih baik kita hibur dia,aku tadi ketemu dia waktu dia mau terjun ke jembatan,jadi jangan sampai bikin dia sedih lagi”
“Ya udahlah lok itu mau kamu,cepet sholat sana terus kita ngamen lagi”
“Ya udah tunggu bentar ya!”tukas resti.
“Dis,kamu tunggu bentar ya,aku mau mandi dan sholat dulu,kamu tunggu sama adif ma kintan dulu gak pa pakan?!”
“Iya”tukas dista.

Setelah resti siap,adif,kintan dan dista pergi ketempat mereka biasa mengamen di malam hari.
Malam itu dista senang bisa ikut mengamen bersama resti,adif dan kintan.Tak disangka di tengah perjalanannya ikut bersama resti,adif dan kintan,Dista bertemu dengan temannya rara yang sedang bersama teman-temannya.
“Dista?!”kaget rara melihat dista ikut mengamen.
“Rara,abel,fanya?!”kaget dista kemudian pergi mencoba menghindar dari teman-temannya.
“Dis,mau kemana ?”tanya resti tiba-tiba melihat dista lari menghindari teman-temannya.
(bersambung....)