Rabu, 16 September 2009

DI BATAS ASA part 3

“Dista”teriak rara,abel dan fanya memanggil dista.
“Ehm…kalian kenal dista?”Tanya resti pada teman-teman dista.
“Ya iyalah gue temennya,dia tuh dah dua hari gak pulang kerumah,kakaknya panik nyariin dia.”jawab abel.
“kalau gitu kamu hubungi kakaknya bilang suruh kesini,nanti biar temenku yang akan nganter kalian ketemu dista,dif kamu sama kintan disini ya,tar kalian nyusul ditempat biasa kita nongkrong”tukas resti kemudian pergi berlari mengejar dista.
“Ok dech,hati-hati res..”ujar adif.
“Dista tunggu”teriak resti.
Setelah lari lumayan jauh dari tempat teman-temannya berada,dista berhenti dan restipun berhasil mengejar dista.
“aduh capek dis,lari-lari”ujar resti.
“ngapain juga kamu kejar?”
“aku tau kamu lagi butuh temen,jadi aku pengen nemenin kamu,ya udah sekarang kamu ikut aku”
“Kemana?”
“Pasti kamu nggak mau balik ngamen lagi kesana kan!karena ada teman-temanmu,kalau gitu sekarang kamu ikut aku ke suatu tempat”
“ya udah deh”
Malam itu juga resti mengajak dista ke sebuah taman.Di tempat itu pula dista dipertemukan dengan kakaknya Luna yang sangat menyayanginya.1jam kemudian adif dan kintan datang bersama Luna.
“Dista!”panggil Luna dari kejauhan kemudian memeluk dista dengan erat.
“Kak Luna”kaget dista.
Resti kemudian menjauh dan menghindar melihat dista yang sedang dipeluk kakaknya.
“Kamu kemana aja sih dist?!”
“aku pengen menenangkan diri,kemudian aku bertemu dengan mereka dan aku senang bersama mereka,hidup bebas tanpa ada orang yang mengekang atau memerintah mereka”ujar dista.
“Tapi tidak ada orangtua yang menyayangi kita,tidak ada orang yang memperingatkan kita ketika kita salah,tidak ada orang yang perhatian dengan apa yang kita lakukan,bukankah itu sangat menyakitkan daripada sekedar senang-senang?”tukas resti.
“Iya,kita emang senang bisa hidup bebas tapi jauh dari lubuk hati kita yang paling dalam kita ingin seperti kamu,punya keluarga yang sayang sama kamu,punya kakak yang sangat sayang sama kamu,bisa sekolah,dan punya segalanya,gak seperti kita yang hanya mengandalkan hidup dari mengamen”sahut adif.
“Kamu lebih berutung daripada kita dis”tukas kintan.
“Tapi kalian memiliki hati yang tulus yang tak semua orang miliki,makasih udah jagain dista seharian ini”tukas luna kakak dista.
“sama-sama,kita juga seneng bisa kenal dista”tukas resti.
“Kalau gitu sekarang kita pulang ya dis,ada yang ingin ketemu kamu dirumah”ajak luna.
“Siapa?”
“Mama papa”
“Mama papa?!emangnya mereka ada ada disini?!”
“Iya,tadi siang mereka pulang dan mereka ingin ketemu kamu”
“Ya udah deh aku pulang sekarang,res,dif,tan aku pulang dulu ya..”tukas dista.
Semua tersenyum melihat dista tersenyum bahagia mendegar kedua orangtuanya pulang ingin bertemu dirinya.
Seminggu kemudian dista bersama teman-temannya pergi ke code untuk menghadang resti dan teman-temannya.Namun sampai larut malam resti tak kunjung datang terlihat mengamen bersama teman-temannya.
Esok harinya dista ditemani Kakaknya Luna mendatangi adif dan kintan yang sedang mengamen di jalanan menanyakan keberadaan dista.
“adif,kintan”panggil dista.
“Eh kamu?Apa kabar?”sahut kintan.
“Baik,ehya..semalem kalian kok gak ngamen di code?”
“EHm…smalem kita…”

“Kalian kenapa?oya resti mana?aku ada perlu sama dia nih”
“Udah dua hari kita nyari Resti tapi belum ketemu”
“Memang Resti kenapa?”Tanya luna.
“Rumah resti disita karena resti gak bisa bayar hutang neneknya,dan dia bingung nggak tau harus berbuat apa,Udah dua hari ini dia menghilang”jelas adif.
“Sepertinya aku tahu dimana resti”ujar dista.
“Kamu tahu dia dimana?”Tanya kintan
“kak anter aku ke suatu tempat,kalian ikut aku ya”
Dista mengajak adif dan kintan diantar kakaknya Luna ke suatu tempat dimana resti pernah bilang jika dia sedih dia selalu ditempat itu.
Resti yang sedang duduk melamun tiba-tiba kaget mendegar suara di belakangnya.
“Setiap Masalah itu pasti ada jalan keluarnya”ucap dista di belakang resti.
“Dista?”kaget resti.
“Aku yakin kamu pasti ada disini”ungkap dista.
“Tahu darimana kamu,aku ada disini?”
“Kamu Lupa pernah bawa aku kesini,kamu bilang kalau kamu sedih kamu selalu kesini,kemarin malam aku cari kamu di tempat biasa kamu ngamen,tapi kalian gak dateng-dateng lalu tadi aku ketemu adif dan kintan,kata mereka kamu sedang ada masalah dan aku yakin kamu pasti ada disini dan ternyata aku benar kan?”
“Sekarang keliatannya kamu bahagia banget,apa semua masalahmu udah selesai?”
“Iya res,berkat kamu aku ngerti hidup gak hanya untuk kita tapi untuk semua orang yang menyayangi kita”
“Lalu masalah orangtuamu?”
“Mereka tetap bercerai tapi mereka bilang mereka akan tetap sayang sama aku dan kak luna,meski kita terpisah tapi aku masih senang bisa bertemu mereka,dan aku masih punya kakak yang selalu menjagaku dan sayang sama aku”

“Baguslah kalau gitu,berarti sekarang udah nggak akan lompat dari jembatan lagi kan?”gurau resti.
“Ya enggaklah,stress apa!ohya,soal masalah utang nenek kamu,kamu nggak usah pikirin lagi,aku akan Bantu menyelesaikan masalahanya”
“Gak usah dis,udahlah aku dah rela kok kehilangan semua itu”
“Enggak res,semua itu aku lakuin dengan ikhlas,sebagai ucapan terimakasih karena kemarin kamu udah sangat mensuport aku dan menggagalkan acaraku terjun dari jembatan..he he…”tukas dista sambil bergurau.
“Tapi kan. . .”
“Udahlah res,terima aja lagian sekarang kita kan teman,apa salahnya aku Bantu teman aku”
“Teman?kamu mau temenan sama pengamen?”
“Apa salahnya temenan sama pengamen,toh pengamen bukan pekerjaan yang memalukan kan?”
“Makasih atas semuanya ya dis?”
“Aku yang seharusnya makasih,oya. . kamu masih pengen sekolah kan?”
“Sekolah?”
“Iya sekolah,aku udah mutusin kamu,adif dan kintan bakal nglanjutin sekolah,masalah biaya kalian nggak usah kuatir,orangtuaku akan nanggung semua biayanya”
“Serius dis?tapi kan…”
“sstt….jangan nolak,ini juga demi kebaikan kalian untuk masa depan kalian juga kan?kamu pernah bilang menjalani kehidupan sambil menunggu keajaiban,mungkin inilah keajaiban yang Tuhan berikan untuk kalian lewat perantara aku”
“Makasih ya dis,maksaih banget”tukas resti.
Dista dengan senang hati kemudian memeluk resti dan mereka kini menjadi teman.Teman yang selalu mendukung temannya ketika dia sedang sedih atau sedang ada masalah dan selalu bahagia bersama-sama.Sebuah ikatan pertemanan tak harus terbatasi hanya karena perbedaan status.Dan setiap orang berhak berteman dengan siapa saja.Kini impian resti untuk melanjutkan sekolahnya terpenuhi sudah berkat bantuan dista.Di batas kemampuan dia dalam menjalani kehidupan dia memiliki asa yang tinggi dan dibatas asanya itu dia mampu menggapai sesuatu yang dia inginkan.Tuhan selalu melihat dan mendengar setiap kata itu do’a.


-End-