Minggu, 10 Mei 2009

Dunia ReA Part.1

jam dinding menunjukkan pukul 23.59 wib,satu menit sebelum pergantian hari.Di sebuah Lorong Rumah sakit terdengar sayup-sayup suara isak tangis.Dari kejauhan terlihat sesosok bayangan bertubuh tinggi,tegap dan berjalan mendekati suara itu di sebuah ruangan yang sunyi.Tiba-tba jantung berdetak kencang,denyut nadi mulai tak beraturan dan bulu kuduk mulai berdiri.Langkahnya terhenti ketika melihat seorang gadis dengan pakaian seragam putih abu-abu duduk menangis.

“Kamu kenapa?”tanyanya pada gadis itu.

Gadis itu tak menjawab dan terus menangis.

“Keluarga kamu ada yang meninggal?”tanyanya kembali.

Gadis itu hanya menggelengkan kepala dan tetap menutupi wajahnya sambil menangis.

“Lalu kenapa malam-malam gini kamu belum pulang,nanti orang tua kamu panik nyariin kamu?Lagian apa kamu nggak takut malam-malam gini nangis di depan kamar mayat?”

Sekali lagi gadis itu tak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya.

“Apa aku bisa bantu kamu?”tanyanya sekali lagi.

Gadis itu tetap diam dan terus menangis.

“Kalau nggak ada yang perlu aku bantu,aku pergi ya,hati-hati”ujarnya kemudian pergi dan melangkahkan kakinya menjauh dari gadis itu.Seketika gadis itu bangun dan bersuara “Tunggu”ucap gadis itu.

“Kenapa?kamu berubah pikiran?”tanya pria itu yang seketika berhenti melangkahkan kakinya.

“Kamu mau temenin aku semalam aja”pinta gadis itu.

“Boleh,kamu mau aku temenin kemana?”tanya pria itu.

“Aku ingin jalan-jalan ke luar”

“Malam-malam gini kamu pengen jalan-jalan!”

“Memangnya kenapa?”tanya gadis itu.

“Ya,nggak apa-apa juga sih,Cuma aneh aja,gadis sekolahan kayak kamu,malam-malam gini masih keluyuran”

“So…!”

“OK,aku akan temenin kamu tapi ada syaratnya”

“Apa?”

“Kamu nggak boleh nangis lagi,gimana?”

“Baiklah”ujar gadis itu menyetujuinya.

Akhirnya mereka berdua bejalan bersama keluar rumah sakit menuju danau dekat rumah sakit dan bercengkrama di sebuah gubuk tua yang tak berpenghuni.

“Apa orangtua kamu nggak khawatir,larut malam gini kamu belum pulang?”tanya pria itu.

“Percuma aja”sahut gadis itu.

“Kok gitu?”tukas pria itu.

“Mereka lebih sayang kakak aku daripada aku”

“Mungkin itu perasaan kamu aja,mana mungkin ada orangtua yang nggak sayang pada anaknya”

“Tapi itu kenyataan”

“Ehm…Dulu aku juga berfikir seperti kamu,aku merasa orangtua aku lebih sayang adik aku,tapi akhirnya aku mengerti kalau aku ini bukan anak kecil lagi yang harus dimanja sama orangtuanya,mungkin kita berfikir mereka tidak sayang pada kita tapi sebenarnya jauh dari lubuk hati mereka,mereka tetap sayang pada kita hanya kita tidak tahu bagaimana cara mereka menyayangi kita”

“Tapi masalah kita beda,kamu memang anak kandung orangtua kamu sedangkan aku hanya anak angkat yang mereka ambil dari panti,dulu mereka baik sama aku saat anak mereka berada jauh dari mereka tapi sekarang saat anak mereka kembali aku hanya sesuatu yang mungkin nggak berarti sama sekali buat mereka”

“Seharusnya kamu bisa mengerti kalau orangtua kamu itu pasti ingin melepas kerinduan pada kakak kamu”

“kamu bukan aku,kamu nggak ngerti bagaimana cara mereka memperlakukan aku waktu dulu dan sekarang,90 derajat berubah drastis”

“Yaa..aku emang bukan kamu,tapi coba,sekarang aku tanya,memang kapan kakak kamu pulang?”

“Kemarin”

“Lha..baru kemarin kan,itu wajar aja kan kalau orangtua kamu kangen sama kakak kamu”

“Tapi…”

“Udah deh..lebih baik kamu pulang dan kamu minta maaf sama orangtua kamu,aku yakin sekarang mereka pasti khawatir dengan sikap kamu ini dan aku jamin mereka akan tetap sayang sama kamu,lagipula buat apa mereka mengangkat kamu jadi anak mereka tapi mereka nggak sayang sama kamu,bener nggak?”

“Kamu tuh filosofis banget,sok tahu”

“Biarin sok tahu dari pada nggak tahu sama sekali”gurau pria itu dan gadis itu menanggapinya dengan senyuman “Nah..gitu dong,kalau senyumkan lebih manis daripada nangis”tambah pria itu.

“Makasih ya,sekarang aku udah sedikit tenang sama perasaan aku dan aku bisa pergi dengan tenang”

“Pergi!kemana?kamu mau pulang sekarang?”

“Ehm…iya,kayaknya aku harus pulang,sekarang udah pagi ayam jago udah berkokok dan kamu juga harus balik kerja kan?”

“Kayak hantu aja,takut ayam jago udah berkokok,Ya udah deh kalau gitu kapan-kapan kita ngobrol lagi”

“Iya,sekali lagi makasih banget ya”

“Sama-sama,ehm…by the way..kamu sekolah di SMU 45 ?”

“kok tahu”

“Aku liat bed kamu itu”

“Ooo…iya,emang kenapa?”

“Berarti kamu satu sekolah sama adik aku,namanya geisya dia kelas 3S2 kamu kelas berapa?”

“Mungkin itu perasaan kamu aja,mana mungkin ada orangtua yang nggak sayang pada anaknya”

“Tapi itu kenyataan”

“Ehm…Dulu aku juga berfikir seperti kamu,aku merasa orangtua aku lebih sayang adik aku,tapi akhirnya aku mengerti kalau aku ini bukan anak kecil lagi yang harus dimanja sama orangtuanya,mungkin kita berfikir mereka tidak sayang pada kita tapi sebenarnya jauh dari lubuk hati mereka,mereka tetap sayang pada kita hanya kita tidak tahu bagaimana cara mereka menyayangi kita”

“Tapi masalah kita beda,kamu memang anak kandung orangtua kamu sedangkan aku hanya anak angkat yang mereka ambil dari panti,dulu mereka baik sama aku saat anak mereka berada jauh dari mereka tapi sekarang saat anak mereka kembali aku hanya sesuatu yang mungkin nggak berarti sama sekali buat mereka”

“Seharusnya kamu bisa mengerti kalau orangtua kamu itu pasti ingin melepas kerinduan pada kakak kamu”

“kamu bukan aku,kamu nggak ngerti bagaimana cara mereka memperlakukan aku waktu dulu dan sekarang,90 derajat berubah drastis”

“Yaa..aku emang bukan kamu,tapi coba,sekarang aku tanya,memang kapan kakak kamu pulang?”

“Kemarin”

“Lha..baru kemarin kan,itu wajar aja kan kalau orangtua kamu kangen sama kakak kamu”

“Tapi…”

“Udah deh..lebih baik kamu pulang dan kamu minta maaf sama orangtua kamu,aku yakin sekarang mereka pasti khawatir dengan sikap kamu ini dan aku jamin mereka akan tetap sayang sama kamu,lagipula buat apa mereka mengangkat kamu jadi anak mereka tapi mereka nggak sayang sama kamu,bener nggak?”

“Kamu tuh filosofis banget,sok tahu”

“Biarin sok tahu dari pada nggak tahu sama sekali”gurau pria itu dan gadis itu menanggapinya dengan senyuman “Nah..gitu dong,kalau senyumkan lebih manis daripada nangis”tambah pria itu.

“Makasih ya,sekarang aku udah sedikit tenang sama perasaan aku dan aku bisa pergi dengan tenang”

“Pergi!kemana?kamu mau pulang sekarang?”

“Ehm…iya,kayaknya aku harus pulang,sekarang udah pagi ayam jago udah berkokok dan kamu juga harus balik kerja kan?”

“Kayak hantu aja,takut ayam jago udah berkokok,Ya udah deh kalau gitu kapan-kapan kita ngobrol lagi”

“Iya,sekali lagi makasih banget ya”

“Sama-sama,ehm…by the way..kamu sekolah di SMU 45 ?”

“kok tahu”

“Aku liat bed kamu itu”

“Ooo…iya,emang kenapa?”

“Berarti kamu satu sekolah sama adik aku,namanya geisya dia kelas 3S2 kamu kelas berapa?”

(...........bersambung)