Rabu, 12 Mei 2010

Inspiring Woman "KETERBATASAN BUKANLAH ALASAN"

Jaman sekarang bukan hanya pria yang memegang peranan atau kedudukan penting lagi, kaum wanita pun sudah banyak yang menduduki posisi hebat,bahkan sanggup menyaingi posisi pria.Tapi walau bagaimanapun jika dalam rumah tangga wanita tetap harus kembali pada kodratnya menjadi seorang ibu dan istri yang patuh pada suami serta bertugas membesarkan anak.Ada seorang wanita yang mungkin secara fisik dia tidak sempurna tapi dia mampu menjadikan hidupnya sempurna dengan kehadiran suami dan seorang anak laki-lakinya.Sebut saja namanya Maya,Sejak kecil dia tinggal bersama neneknya.Ibu dan ayahnya meninggal sejak dia berusia 7 tahun karena kecelakaan.Dan akibat kecelakaan tersebut maya kehilangan kedua kakinya yang harus diamputasi.Sejak saat itu dia merasa tidak sempurna dan selalu berkecil hati dari teman-temannya yang lain.Namun berkat neneknya yang selalu memberi motivasi pada maya untuk tetap hidup lebih baik,Mayapun semangat dan terus berusaha mengerjakan yang terbaik untuk hidupnya.Memang semua itu tidak mudah baginya,tapi dia terus bertahan demi membahagiakan neneknya.Hari bulan tahun dia lalui dengan semangat juang yang tinggi untuk kehidupan yang lebih baik.Neneknyalah yang membuat dia sampai kini bertahan,namun saat usianya 18tahun,dia kehilangan neneknya untuk selama-lamanya.Dia down dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya untuk kehidupannya,dia merasa sendiri dan tidak memiliki orang yang mampu membuatnya bertahan,tapi seorang pria bernama arka mampu membuat maya kembali bangkit.Arka mampu menerima kekurangan maya,kondisi fisik tidak membuat arka menyepelekan seorang maya.Untuk tetap bertahan mayapun menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja.Orangtua arka yang seorang pedagang pakaian di pasar menawari maya untuk membantu mereka menjaga toko.Awalnya orangtua arka tidak menyetujui hubungan antara maya dan arka,Namun setelah dipikirkan bahwa maya itu gadis yang baik,dan arka juga sangat mencintainya.Oleh sebab itu orangtua arka tidak menghalangi hubungan antara arka dan maya.2tahun mereka menjalani hubungan pacaran dan akhirnya tepat saat maya berusia 20 tahun arka yang waktu itu masih berusia 22 menikahi maya.Setahun setelah pernikahan itu mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama yudha.Kehidupan mereka yang harmonis ternyata hanya bertahan 4 tahun.Kondisi ekonomi serta sifat arka yang masih belum stabil karena masih muda membuat mereka berpisah.waktu itu yudha masih berusia 2 tahun.Dia belum tau apa-apa soal perpisahan kedua orangtuanya.Nenek dan kakeknnya pun sudah mencoba menyatukan dan mempertahankan pernikahan arka dan maya tapi semua itu sia-sia.Sejak perceraian itu maya pergi dari rumah arka membawa yudha dan tidak tau harus tinggal dimana.Namun semangat hidup bertahan demi membesarkan yudha,terus dia jalani kehidupan yang tidak pasti itu.Maya rela bekerja apa saja asal halal demi menghidupi buah hatinya itu.Menjadi pedagang koran,menjadi pedangang asongan,menjadi buruh cuci bahkan tukang cuci piring dia jalani demi menghidupi yudha.Hari kian berlalu yudha pun tumbuh kian dewasa,umurnya sudah menginjak 7 tahun,dia selalu membantu ibunya jika berdagang makanan di sekolah dekat rumah kontrakan mereka.Usia 7 tahun sebenarnya sudah bisa masuk bangku sekolah dasar,namun karena keterbatasan biaya,yudha belum bisa menikmati bangku sekolah dasar.Namun maya tak pantang menyerah,setiap malam dia mengajari anaknya membaca dan menulis agar tidak ketinggalan dengan teman-temannya yang lain.Perjuangan maya akhirnya berbuah manis,kepala sekolah di tempat maya sering berjualan makanan kecil di depan sekolah dekat rumah mereka mengontrak menemui maya dan menawarkan beasiswa untuk yudha karena mereka melihat yudha yang selalu duduk di luar kelas untuk melihat teman-teman lain sebayanya sekolah.Berkat beasiswa itu yudha dapat sekolah,Tapi semua itu justru menimbulkan masalah baru untuk yudha..beberapa teman mengejeknya karena mempunyai ibu yang cacat dan berdagang di sekolahnya sendiri.Awalnya yudha cuek terhadap sikap beberapa temannya itu,tapi lama-lama emosinya tersulut juga dan dia berantem di sekolahnya.Hal itu membuat yudha menorehkan tinta hitam di sekolahnya.Dengan tenang maya menasehati anaknya itu seusai menjemput yudha dari sekolah karena mendapat teguran dari kepala sekolah.
"Kenapa kamu itu ?bukannya sekolah biar pintar,biar jadi orang sukses "tutur ibunya.
Yudha hanya menunduk dan diam.
"Apa kamu pikir dengan berkelahi bisa menyelesaikan masalah ?"ucap ibunya lagi.
Yudha tetap menunduk dan hanya diam.
"Apa yang mereka katakan itu memang benar,ibu memang cacat,ibu hanya seorang pedagang makanan di depan sekolah,lalu kenapa kamu harus marah ? kamu malu ?"
Yudha tak mampu berkata dan dia hanya meneteskan air mata kemudian memeluk ibunya
"maaf bu,aku janji nggak akan mengulanginya lagi"ucap yudha lirih tak berani menatap ibunya.
"Ibu tahu kamu pasti tidak terima dengan omongan mereka,tapi ini semua kenyataan yang harus kamu terima,Justru kamu harus buktikan pada mereka meskipun kamu mempunyai ibu yang tidak sesempurna ibu mereka,tapi kamu mampu mencapai sesuatu lebih dari mereka"
Yudha hanya terdiam dan memeluk ibunya sambil sesekali menghapus air matanya.Dalam hati dia berjanji bahwa dia akan membahagiakan ibunya.
***
Setelah kejadian itu yudha selalu ingat dengan ucapan ibunya,dia harus mampu menunjukkan bahwa dia mampu menjadi yang terbaik dan bahkan lebih baik dari orang yang memandangnya sebelah mata.Semua itu yudha buktikan dengan beberapa prestasi yang dia raih,setiap tahun dia memperoleh peringkat pertama di kelasnya.Itu membuat bangga ibunya bahkan guru-guru disekolahknya.Tetapi tidak dengan beberapa temannya yang syirik dengan prestasi yudha.Setelah lulus dari SD yudha melanjutkan ke SMP dengan beasiswa dari pemerintah karena kepintarannya itu.Melihat prestasi yudha yang begitu baik membuat maya bangga,dan pengorbanannya selama ini membesarkan yudha seorang diri dengan keterbatasan fisik tidak sia-sia.Dia mampu menunjukkan pada orang-orang bahwa dengan keterbatasan fisiknya dia bisa membesarkan anak seorang diri.Lulus SMP yudha sempat bingung akan melanjutkan SMA atau tidak karena beasiswa melanjutkan pendidikan SMA harus ia jalani di asrama,tapi karena keinginan ibunya sendiri akhirnya dengan berat hati yudhapun harus berpisah dengan ibunya selama 3 tahun.Selama 3 tahun maya hidup sendiri dan terus bekerja,sesekali dia mengirim uang jajan untuk yudha yang tinggal di asrama.Semua itu maya jalani demi yudha agar memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Setelah 3 tahun yudhapun kembali ke pelukan maya.Dan dia membawa kabar gembira karena yudha mendapatkan beasiswa diluar negeri.Maya sangat bahagia mendengar kabar itu tapi hal itu juga membuat maya sedih karena dia akan kembali berpisah dengan yudha.
"ibu gak usah khawatir yudha akan bawa ibu kesana"ucap yudha.
"uang darimana kamu mau bawa ibu kesana ?''
"beberapa tahun lalu aku memenangkan sebuah perlombaan tingkat sma dan aku mendapatan beasiswa itu.dan aku boleh mengajak ibu kesana untuk menemaniku,dan mereka juga sudah mengijinkan"ujar yudha menjelaskan.
***
Dan akhirnya penderitaan maya berakhir,seorang perempuan cacat yang mampu membesarkan anaknya seorang diri,bekerja apapun demi membesarkan anak hingga mampu duduk di bangku kuliah merupakan inspirasi untuk kita semua.Kalau perempuan yang tidak sempurna fisiknya saja mampu bertahan hidup demi anaknya kenapa belakangan banyak ibu yang justru membuang anaknya..!!sungguh ironis.
Wanita jaman sekarang bekerja demi menghidupi keluarganya sudah tidak aneh lagi,bahkan penghasilan sang wanita yang lebih besar dari pria juga banyak.Tetapi seperti apa yang saya katakan di awal tadi,jika mereka telah kembali ke rumah masing-masing wanita harus tetap kembali pada kodratnya menjadi seorang ibu dari anaknya dan istri bagi suaminya.Cerita diatas merupakan kisah inspiratif yang dapat memotivasi perempuan indonesia agar tetap bekarya ,bekerja demi masa depan lebih baik.kalo mereka saja bisa kenapa kita tidak ?Jangan jadikan keterbatasan itu sebagai sebuah alasan,Yakinlah bahwa kita bisa makan suatu saat nanti semua itu akan terwujud dengan indahnya.senyum
Tulisan ini dipersembahkan khusus untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh blogdetik.